Entries by editor ersa

Meredakan Tegangan Politik

Pertemuan sesegera mungkin antara Jokowi dan Prabowo, saya percaya, dapat meredakan tegangan politik nasional. Bahkan, pertemuan dalam skala lebih besar dengan melibatkan sejumlah elite tertinggi dalam politik kita akan memberi pesan kuat tentang rekonsiliasi nasional. Sebab, sebagian kalangan tampak keliru memahami kontestasi elektoral sebagai perseteruan abadi. Lima tahun terakhir, dampak kontestasi elektoral, baik pada level […]

Gejala Politik Pascakebenaran

Gejala politik pascakebenaran tampak menguat selama proses Pemilu 2019 dan berlanjut hingga kini. Gejala ini ditandai oleh penyebarluasan pernyataan-pernyataan tidak berdasar, atau bahkan kebohongan, yang dikemas sedemikian rupa sehingga ia memiliki daya tarik emosional. Fakta objektif menjadi tergeser karena pernyataan seolah argumen tersebut didengungkan berulang-ulang sehingga memengaruhi kuat opini publik. Inilah suatu gerhana kebenaran. Meskipun […]

Meredakan Tegangan Usai Pemilu

Pertemuan Jokowi berturut-turut dengan Zulkifli Hasan dan AHY menunjukkan relatif cairnya hubungan Jokowi dengan elite partai-partai koalisi pendukung Prabowo. Hal ini memberi sinyal positif bagi meredanya tegangan politik usai Pilpres. Selain itu, terbuka pula peluang perubahan konfigurasi koalisi, seperti yang terjadi usai Pilpres 2014. Pada Pemilu lalu, PAN dan Demokrat dikenal menerapkan double track strategy. […]

Dana Besar, Menang Besar?

Secara umum memang terdapat kecenderungan bahwa partai-partai dengan dana kampanye besar berhasil memperoleh suara dukungan yang juga besar. Dana kampanye tersebut sebagian besar terserap untuk pengadaan alat peraga dan akomodasi kampanye. Sementara, model kampanye yang ada belum mampu mendorong keterlibatan kritis publik pemilih. Menilik Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye partai-partai politik, tampak bahwa pengeluaran […]

Review Debat Keempat Capres

Debat keempat dalam rangkaian proses Pemilu presiden-wakil presiden pada 30/3/2019 nyaris tidak memunculkan hal baru. Debat dimulai dengan ritme yang lebih lambat dibandingkan debat Jokowi-Prabowo terdahulu, tetapi cukup dinamis saat membahas isu pertahanan dan keamanan. Secara umum performa Jokowi kurang optimal, sedangkan performa Prabowo cenderung stagnan. Dalam isu ideologi, keduanya bersepaham dan menegaskan komitmen bahwa […]

Korupsi [Partai] Politik

Partai-partai politik terus terjerat korupsi. Gejala ini akan terus berulang sejauh tidak terdapat perubahan mendasar dalam infrastruktur politik nasional. Pertama, pelembagaan politik di tubuh Parpol lemah. Salah satu bentuknya adalah buruknya otonomi kelembagaan, karena Parpol bergantung pada sentralitas ketokohan elitenya. Hal ini terkait dengan faktor kedua, yaitu budaya patronase. Dengan pemusatan kekuasaan dan kuatnya personalitas, […]

Review Debat Cawapres 2019

Secara umum kualitas Debat Cawapres pada 17 Maret 2019 lalu kurang mengesankan. Dengan ritme cenderung lamban, tidak terjadi adu gagasan yang membuat calon pemilih dapat membedakan secara diametrikal tawaran alternatif kebijakan. Pada sesi awal, kedua kandidat terkesan bermonolog di hadapan pendukung masing-masing; sedangkan pada sesi tengah, keduanya terkesan sedang bertanya-jawab. Debat Cawapres berjalan semakin monoton […]

Pembatasan Konstitusional Atas Kebebasan

Mahkamah Agung menolak kasasi Hizbut Tahrir Indonesia atas keputusan pembubarannya oleh pemerintah. Apakah negara memang berwenang untuk melarang operasi suatu organisasi? Integrasi merupakan suatu kebutuhan berkelanjutan bagi setiap negara. Berhadapan dengan fakta perbedaan dan kebutuhan persatuan, negara tidak harus memilih. Tantangan suatu negara justru adalah bagaimana menjaga soliditas integrasi tanpa harus kehilangan kemajemukan. Tantangan tersebut […]

Menyemai Harapan, Memupus Kecemasan

Harapan publik ialah penjaga terbaik keberlangsungan politik. Melalui harapan tumbuh kepercayaan, yang kemudian menggerakkan suatu tindakan bersama politik. Pemilu memberi kita suatu momentum untuk merumuskan harapan dan meneguhkan kepercayaan silang. Namun, kontestasi elektoral yang cenderung konfrontasional dapat menipiskan optimisme dan meretakkan solidaritas. Narasi kecemasan bersama semburan kebohongan tidak saja menghasilkan masyarakat yang pesimistis, kegusaran yang […]