Entries by editor ersa

Tenggelamnya Politik Progresif

Dalam dinamika politik kontemporer, kekuatan politik progresif tampak menyusut signifikansinya. Progresivisme politik kini menghadapi tantangan ganda konservatisme di dalam ataupun di luar kekuasaan, yang mengutamakan perolehan sepihak kekuasaan. Merebut kendali diskursus politik menjadi pintu masuk pengarusutamaan ide-ide progresif bagi kemajuan demokrasi Indonesia. Alas Indonesia dibangun dari pemikiran-pemikiran progresif, yang mengangankan bukan semata kebebasan, melainkan juga […]

Sang Negarawan

Terimpit bertumpuk masalah sejak lama, Indonesia mendambakan sosok negarawan muncul dalam setiap Pemilu, termasuk Pemilu 2019. Sebagai sosok yang bijak dan adil, seorang negarawan bersimpati pada situasi yang dihadapi rakyat, menghadirkan solusi berimbang atas masalah bersama, dan kekuasaannya kukuh karena lekat dengan integritas. Melampaui Cinta Diri “Setiap orang awalnya dan utamanya, tutur Adam Smith, memerhatikan […]

Merindukan Keterlibatan Sosial

Kita masih mengingat aksi-aksi voluntarisme selama Pemilu Presiden 2014 yang mengesankan. Selain menunjukkan bekerjanya keterlibatan sosial, hal serupa juga menandakan bahwa kita memiliki modal sosial yang berpotensi memajukan demokrasi Indonesia. Namun, berhadapan dengan pertarungan politik yang sengit dan kasar, agenda-agenda pembaruan politik cenderung terabaikan. Kini, di tengah meredupnya kegairahan politik dan merebaknya kebencian, kita merindukan […]

Debat Pertama Capres Cawapres

Debat pertama Capres Cawapres semalam cenderung kurang gereget. Tidak terdapat adu argumentasi yang diametrikal di antara kedua pasang kandidat, yang cukup menonjol justru adalah adu insinuasi lewat sindiran-sindiran menohok. Di luar itu, gaya dan penampilan kedua pasang kandidat tampak menarik mengesankan mereka memberi perhatian pada citra diri. Bahkan ketika KPU memberikan semacam bocoran soal demi […]

Adu Argumentasi, Bukan Adu Insinuasi

DEBAT pasangan Capres dan Cawapres 2019 akan lebih menantang ketimbang pergulatan dengan insinuasi (sindiran) dan praktik-praktik antipolitik lainnya. Para kandidat dapat menjelaskan gagasan mereka, menyerang proposal lawan, dan bertahan dari kritisisme dengan sejumlah argumentasi. Kontestasi semacam itu berpeluang menyumbang kemajuan diskursus politik dan demokrasi. Selain memungkinkan diseminasi gagasan kandidat lewat liputan meluas media, debat tersebut […]

Heterofobia Sebagai Otofobia

Semangat anti-kebhinekaan nyata dalam agitasi penuh kebencian terhadap yang berbeda, sebagaimana dinyatakan para demagog maupun para radikalis. Heterofobia semacam itu sesungguhnya lebih mewakili suatu otofobia; rasa terancam diri yang direlokasi pada pihak lain, yang berbeda, sebagai yang dibenci dan harus dihancurkan. Kepercayaan silang dan pembangunan berkeadilan merupakan penawar penting untuk mengobati kebencian yang melemahkan tersebut. […]

Politikus Predator

Film The Predator karya Shane Black mengisahkan bagaimana sang Predator menjadi pemangsa paling mematikan di alam semesta. Makhluk rekaan itu kini menjadi lebih kuat, lebih licik, dan lebih mematikan daripada sebelumnya. Ancaman semacam itu, saya khawatir, kita dapati juga dalam Pemilu legislatif 2019 yang diikuti secara antusias oleh sebagian politikus predator. Pemilu bebas diyakini merupakan […]

Korupsi Itu Bukan Keniscayaan Politik

Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud merupakan kepala daerah kedelapan yang dijerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi lima bulan terakhir. Terungkapnya berbagai tindak pidana korupsi oleh para politikus memunculkan skeptisisme tentang politik beritegritas. Namun, sesungguhnya korupsi bukanlah suatu keniscayaan politik. Terdapat sesat pikir yang menempatkan kontestasi kekuasaan sebagai esensi politik demokratis. Selain itu, lemahnya keterkaitan […]

Reformasi Sebagai Emansipasi

Jauh dari keriangan suatu perayaan kemenangan, Mei ini sekali lagi kita harus merefleksikan perjalanan demokrasi Indonesia kontemporer dalam keprihatinan. Setelah reformasi berusia dua puluh tahun, mentalitas untuk menempatkan kekuasaan sebagai instrumen dominasi masih mewujud dalam perilaku-perilaku anti-demokrasi. Mulai dari korupsi hingga ancaman terhadap keberagaman. Suatu penampikan radikal terhadap mentalitas Orde Baru kiranya akan menjadikan reformasi […]

Pesta Demokrasi Bukan Pesta Koruptor

“Memang masih bisa maju, tapi kan pasti kalah,” begitu Sekjen PAN Eddy Soeparno mengomentari peluang Asrun dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Koran Tempo 2/3/2018). Asrun ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK setelah ditangkap dalam suatu operasi senyap bersama putranya, yang juga penerusnya sebagai Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra. Asrun, bagaimana pun, tidaklah sendiri. […]