Entries by editor ersa

Heterofobia Sebagai Otofobia

Semangat anti-kebhinekaan nyata dalam agitasi penuh kebencian terhadap yang berbeda, sebagaimana dinyatakan para demagog maupun para radikalis. Heterofobia semacam itu sesungguhnya lebih mewakili suatu otofobia; rasa terancam diri yang direlokasi pada pihak lain, yang berbeda, sebagai yang dibenci dan harus dihancurkan. Kepercayaan silang dan pembangunan berkeadilan merupakan penawar penting untuk mengobati kebencian yang melemahkan tersebut. […]

Politikus Predator

Film The Predator karya Shane Black mengisahkan bagaimana sang Predator menjadi pemangsa paling mematikan di alam semesta. Makhluk rekaan itu kini menjadi lebih kuat, lebih licik, dan lebih mematikan daripada sebelumnya. Ancaman semacam itu, saya khawatir, kita dapati juga dalam Pemilu legislatif 2019 yang diikuti secara antusias oleh sebagian politikus predator. Pemilu bebas diyakini merupakan […]

Korupsi Itu Bukan Keniscayaan Politik

Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud merupakan kepala daerah kedelapan yang dijerat operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi lima bulan terakhir. Terungkapnya berbagai tindak pidana korupsi oleh para politikus memunculkan skeptisisme tentang politik beritegritas. Namun, sesungguhnya korupsi bukanlah suatu keniscayaan politik. Terdapat sesat pikir yang menempatkan kontestasi kekuasaan sebagai esensi politik demokratis. Selain itu, lemahnya keterkaitan […]

Reformasi Sebagai Emansipasi

Jauh dari keriangan suatu perayaan kemenangan, Mei ini sekali lagi kita harus merefleksikan perjalanan demokrasi Indonesia kontemporer dalam keprihatinan. Setelah reformasi berusia dua puluh tahun, mentalitas untuk menempatkan kekuasaan sebagai instrumen dominasi masih mewujud dalam perilaku-perilaku anti-demokrasi. Mulai dari korupsi hingga ancaman terhadap keberagaman. Suatu penampikan radikal terhadap mentalitas Orde Baru kiranya akan menjadikan reformasi […]

Pesta Demokrasi Bukan Pesta Koruptor

“Memang masih bisa maju, tapi kan pasti kalah,” begitu Sekjen PAN Eddy Soeparno mengomentari peluang Asrun dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Koran Tempo 2/3/2018). Asrun ditetapkan sebagai tersangka penerima suap oleh KPK setelah ditangkap dalam suatu operasi senyap bersama putranya, yang juga penerusnya sebagai Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra. Asrun, bagaimana pun, tidaklah sendiri. […]

Debat Substantif Antar-Kandidat

Memasuki 2019, masa kampanye diharapkan menjadi lebih berwarna dan lebih substantif karena akan digelar debat antar-kandidat presiden maupun wakil presiden. Lima kali debat yang direncanakan KPU mesti dapat dimanfaatkan oleh masing-masing pasangan kandidat untuk mengeksplorasi visi dan misi mereka dalam tawaran program yang konkret sekaligus masuk akal. Substansi debat dapat meliputi problem-problem domestik maupun global […]

Greget Politik Minim Gagasan

Greget politik nasional meningkat sejak tahapan pemilu memasuki masa kampanye mulai 23 September 2018. Setiap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres dan cawapres) leluasa untuk menyampaikan visi mereka, termasuk menebar janji kampanye dan memperkuat citra politik masing-masing. Sementara, rapat umum dan iklan media massa baru boleh dilaksanakan pada tahap berikutnya, yakni mulai 24 […]

Akar Korupsi Politik

Berdasarkan data penanganan KPK, sekitar 61,17 persen dari seluruh pelaku korupsi yang mereka proses ternyata terlibat korupsi politik. Seolah mengafirmasi bahwa politik itu kotor, jumlah politikus terlibat korupsi terus bertambah. Selama 2018 saja, misalnya, KPK telah menetapkan sedikitnya 27 kepala daerah sebagai terdakwa korupsi. Sungguh angka yang mencengangkan. Meskipun demikian, korupsi bukanlah suatu keniscayaan politik. […]

Jelang Pemilu 2019, Banyak Elite Terjebak Politik Olok-olok

Analis politik Exposit Strategic, Arif Susanto berpendapat, menjelang Pemilu 2019, masyarakat justru terus disuguhkan politik olok-olok. Politik olok-olok terjadi ketika elite politik lebih sering mengeksploitasi emosi massa lewat pernyataan-pernyataan menohok ketimbang mengeksplorasi keunggulan program. “Selain mengesankan dangkalnya gagasan politik, hal tersebut (politik olok-olok) cenderung membodohi dan memecah-belah,” kata Arif Susanto, dalam diskusi “Kampanye Nyinyir dan […]

Pengamat Ungkap Karakteristik Kampanye Dua Pasang Capres-Cawapres 2019

Dua pasang Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019 nampak secara kasat mata dari hari ke hari mengisi masa kampanye yang telah ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) RI. Baik kubu Capres-Cawapres nomor urut 01 (Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin) maupun Capres-Cawapres nomor urut 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) sama-sama memiliki karakteristik tersendiri […]