Ilustrasi

Debat Substantif Antar-Kandidat

Memasuki 2019, masa kampanye diharapkan menjadi lebih berwarna dan lebih substantif karena akan digelar debat antar-kandidat presiden maupun wakil presiden. Lima kali debat yang direncanakan KPU mesti dapat dimanfaatkan oleh masing-masing pasangan kandidat untuk mengeksplorasi visi dan misi mereka dalam tawaran program yang konkret sekaligus masuk akal.

Substansi debat dapat meliputi problem-problem domestik maupun global dengan membahas isu-isu mendasar dalam bidang politik, hukum, dan keamanan; ekonomi, kependudukan, dan lingkungan hidup; pendidikan, ristek, dan kebudayaan; serta kepemudaan, olah raga, dan gender. Perdebatan juga harus dapat menggali pandangan kandidat tentang Indonesia dalam rentang masa lalu, kini, dan esok.

Akan bagus jika KPU dapat mengatur bahwa debat dilaksanakan secara bergilir di lima pulau besar di Indonesia dengan melibatkan para akademisi dan praktisi di berbagai bidang utama. KPU juga perlu mendorong agar visi, misi, dan tawaran program para kandidat dapat diakses secara mudah dan dipahami publik. Substansi debat juga tidak boleh mengandung unsur fitnah dan penghinaan.

Keterlibatan media dan publik dalam debat juga mesti ditingkatkan bukan sekadar sebagai sarana penyiaran dan khalayak penonton. Tidak semata diberi kebebasan, media dan publik dapat menjadi pelaku utama dalam diskusi publik untuk membahas keberterimaan tawaran-tawaran yang disampaikan pasangan calon. Hal ini dapat meningkatkan demokrasi berbasis permusyawaratan rakyat.

Arif Susanto Analis politik Exposit Strategic

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *