Kabar Bohong

Kabar Bohong, Kekuatan Gelap Politik

Penyebaran kabar bohong telah menjadi suatu ‘kekuatan gelap’ dalam politik, di Indonesia dan banyak tempat lainnya. Sebagai suatu kekuatan, ia didayagunakan untuk memperoleh kemenangan politik. Sebagai keburukan, ia menyebarkan disinformasi dengan tujuan menyesatkan khalayak. Cara berpolitik yang imoral ini berdampak nyata pembelahan sosial yang membuat masyarakat rentan konflik.

Berhadapan dengan hal ini, ada dua langkah penting yang perlu dilakukan. Pertama, literasi informasi yang bermanfaat mendidik masyarakat untuk selektif dan cerdas dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Kedua, penegakan hukum yang merupakan upaya penindakan terhadap pelanggaran norma perundang-undangan sehingga menimbulkan efek jera.

Pada sisi lain, kita juga membutuhkan suatu komitmen politik dari segenap pihak agar kontestasi elektoral berlangsung secara berintegritas. Kontestasi elektoral masih memungkinkan suatu kampanye negatif, tetapi hasutan dan kebohongan hanya menghasilkan perpecahan. Persatuan Indonesia tidak mungkin dijadikan sebagai pertaruhan politik hanya demi pengejaran kekuasaan.

Selain itu, media massa sesungguhnya dapat memainkan peran penting dalam menangkal kabar bohong. Standar etis jurnalisme tidak mungkin diturunkan hanya demi meraih lebih banyak audiens. Sajian pemberitaan yang faktual dan kritis membantu khalayak untuk membuat pilihan-pilihan tindakan cerdas, termasuk dalam kerangka partisipasi politik.

Arif Susanto, analis politik Exposit Strategic
[email protected]

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *