Memerangi Penyakit Laten Ekonomi

Kenaikan belanja sosial pada RAPBN 2018 mencerminkan keinginan pemerintah untuk memerangi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Tingginya bantuan sosial dan subsidi tidak terhindarkan jika ingin mewujudkan anggaran negara yang berkeadilan. Mereka yang kurang beruntung secara ekonomi perlu mendapat pemihakan dari negara.

Urgensi dari anggaran berkeadilan ini adalah karena kuatnya persatuan bangsa banyak ditentukan oleh terwujudnya kesejahteraan rakyat. Faktanya, kesejahteraan rakyat masih jauh panggang dari api. Setidaknya, 40 persen rakyat Indonesia masih rentan terjerembab ke jurang kemiskinan.

Salah satu penyebab masih jauhnya kesejahteraan rakyat adalah masih kacaunya tatanan bernegara. Hanya kalangan sosial tertentu yang menikmati kue pembangunan. Dengan kata lain, terjadi pemusatan kekayaan di mana segelintir orang menguasai dan menikmati mayoritas kue pembangunan. Di sinilah pentingnya anggaran negara berkeadilan dengan memperbesar porsi bantuan sosial dan subsidi dalam APBN.

Dalam jangka panjang, terciptanya kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial mensyaratkan tingkat pendidikan yang merata. Karena itu, kesempatan mengenyam pendidikan sampai tingkat pendidikan tinggi harus sama, tidak dibatasi mahalnya biaya kuliah. Tidak kuliah merupakan pilihan bebas warganegara. Saat kondisi itu belum terwujud, berarti keadilan sosial masih cita-cita. Berjarak dengan realitas. Anggaran negara ke depan perlu menekankan pada mudah dan murahnya rakyat mendapatkan pendidikan.

Toto Sugiarto
[email protected]
@totosugiarto73

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *