Menerobos Kemandegan Politik

Sekitar satu bulan menjelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden, publik belum kunjung mendapati kejelasan bakal calon yang akan diusung gabungan Parpol. Selain Jokowi sebagai calon presiden, hal yang cukup terang adalah perkubuan politik yang mengerucut pada dua poros. Situasinya kini seolah saling kunci; kubu Prabowo dan kubu Jokowi sama-sama mengambil strategi wait and see.

Dari kubu Jokowi, Surya Paloh menyatakan bahwa mereka telah menentukan figur Capres. Namun, pertemuan-pertemuan Jokowi dengan para pemimpin Parpol mengindikasikan bahwa kemungkinan lain masih terbuka. Dari kubu Prabowo, tarik ulur kepentingan di antara Gerindra, PKS, dan PAN belum kunjung menemukan komposisi Capres-Cawapres. Faksionalisasi internal pada masing-masing partai turut pula menjadi riak yang mengganggu tercapainya kesepahaman.

Situasi ini tidak lepas dari faktor-faktor berikut. Pertama, syarat pencalonan 20% menuntut adanya koalisi partai, tetapi tidak mudah bersepakat di antara anggota-anggota koalisi. Kedua, kampanye pencalonan membutuhkan biaya amat besar, sementara jaminan kemenangan tidak pernah dimiliki siapa pun. Ketiga, peluang politik pasca 2019 yang membuka ruang bagi rekonfigurasi kekuasaan.

Meskipun kecil, peluang kemunculan poros ketiga dimungkinkan manakala terjadi kebuntuan politik. Terkini, move politik JK bahkan dapat menggoyahkan tatanan koalisi. Dengan kondisi ini, partai-partai bukan hanya harus memiliki calon yang kompetitif, melainkan juga pertalian koalisi yang kohesif.

Kemandegan politik semacam ini sesungguhnya merugikan publik. Sebab, semakin sempit waktu bagi publik untuk menimbang pasangan calon yang paling layak pilih hingga April 2019 nanti. Karena itu, koalisi partai harus mengakselerasi kesepahaman di antara mereka. Hal ini juga akan memberi waktu lebih luang bagi masing-masing kubu untuk menyosialisasikan calon mereka.

Arif Susanto, analis politik Exposit Strategic
[email protected]

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *