Meredakan Tegangan Politik

Meredakan Tegangan Politik

Pertemuan sesegera mungkin antara Jokowi dan Prabowo, saya percaya, dapat meredakan tegangan politik nasional. Bahkan, pertemuan dalam skala lebih besar dengan melibatkan sejumlah elite tertinggi dalam politik kita akan memberi pesan kuat tentang rekonsiliasi nasional. Sebab, sebagian kalangan tampak keliru memahami kontestasi elektoral sebagai perseteruan abadi.

Lima tahun terakhir, dampak kontestasi elektoral, baik pada level nasional maupun lokal, terhadap polarisasi sosial sungguh memprihatinkan. Penggunaan politik kebencian berbasis identitas berkontribusi besar terhadap polarisasi tersebut, selain juga penyebaran disinformasi dan propaganda yang telah melemahkan kepercayaan silang di antara masyarakat maupun terhadap pemerintah.

Pertemuan antarelite diharapkan tidak sekadar membahas power sharing, melainkan juga komitmen untuk meninggalkan cara-cara tidak etis untuk mendapatkan dukungan politik. Selain menyerukan pesan-pesan damai, elite politik perlu menyepakati suatu platform bersama bagi kontestasi tanpa konfrontasi agar Pemilu yang Luber, Jurdil, serta damai tidak terhenti sekadar jargon.

Tekanan terhadap penyelenggara Pemilu maupun Mahkamah Konstitusi harus diakhiri. Demikian pula penyebarluasan hoaks dan kebencian harus dihindari. Elite politik harus segera beranjak [move on] dari perseteruan terdampak Pemilu dan segera menyiapkan langkah bersama untuk memasuki periode baru politik. Dengan itu, kita bukan hanya akan bersiap untuk Pilkada 2020, melainkan pula Pemilu 2024 yang membuka jalan bagi regenerasi politik dan konsolidasi demokrasi.

Arif Susanto, Analis Politik Exposit Strategic
arifsusanto@expositstrategic.com

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *