Partai Baru, Tatanan Baru?

Partai Baru, Tatanan Baru?

Secara umum wajah partai politik kita tidak banyak berubah dalam dua dekade terakhir. Mereka dicirikan oleh lemahnya ideologi, kuatnya personalitas elite, rendahnya otonomi berhadapan sentralisme kekuasaan, dan pragmatisme yang membuat polarisasi politik menjadi amat cair. Situasi ini tidak akan banyak berubah dengan hadirnya empat partai baru.

Namun demikian, arah dukungan Parpol pada 2019 mungkin akan mengalami pergeseran. Hal ini dipengaruhi oleh performa Parpol selama lima tahun sebelumnya, perubahan penghitungan konversi suara, peningkatan ambang batas Pemilu, serta pelaksanaan serentak Pemilu legislatif dan eksekutif. Partai-partai dengan infrastruktur memadai, seperti lima besar partai pada Pemilu 2014, cenderung lebih mampu memanfaatkan peluang tersebut.

Dengan beberapa perubahan tersebut, peluang untuk masuk Senayan menjadi lebih kompetitif. Ada kemungkinan bahwa partai-partai menengah dan partai baru mencoba mengidentifikasi diri dengan politikus yang memiliki personalitas kuat, seperti Jokowi dan Prabowo, demi mendapatkan dukungan pemilih. Situasi semacam ini kerap disebut sebagai coattail effect.

Sementara, empat partai baru sejauh ini belum memperoleh dukungan signifikan. Mereka membutuhkan usaha ekstra, bahkan dibandingkan partai-partai lama dengan perolehan di bawah 7 persen. Selain membutuhkan elite dengan personalitas kuat, mereka memerlukan jaringan meluas pendukung, ekspose media, dan kerja politik berdampak nyata bagi publik.

Polarisasi koalisi sendiri amat dipengaruhi oleh Pemilihan presiden dan wakil presiden. Dengan ambang batas pencalonan sebesar 20% kursi DPR, sementara hingga kini elektabilitas Jokowi dan Prabowo jauh melampaui tokoh lain, poros ketiga hanya mungkin terbentuk manakala terjadi kebuntuan yang membutuhkan terobosan politik. Tanpa terobosan berarti, tatanan pasca 2019 hanya akan melanggengkan keberlanjutan situasi politik kontemporer.

Arif Susanto
[email protected]

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *