Pelantikan Anggota DPR

Pelantikan Anggota DPR Periode 2019-2024

Pelantikan 575 anggota DPR periode 2019-2024 berlangsung meriah. Lebih 60 persen di antara mereka berpengalaman sebagai anggota badan legislatif, di pusat maupun di daerah. Namun, muncul banyak pesimisme tentang peran DPR dalam mengubah lansekap politik nasional ke arah lebih baik.

Di antara peran yang paling menonjol DPR adalah legislasi dan pengawasan. Dalam konteks legislasi, DPR dikenal tidak produktif karena kerap menghasilkan undang-undang dengan kualitas buruk dan kuantitas rendah. Sedangkan dalam konteks pengawasan, DPR kerap menekan pemerintah demi memperoleh suatu konsesi politik, sehingga mengompromikan evaluasi kinerja pemerintah.

Di samping kedua hal tersebut, DPR kerap dikritik karena kerap membolos, bahkan pula menyalahgunakan kekuasaan. Di luar keengganan sebagian anggota DPR untuk melaporkan LHKPN, selama 2014-2019 saja terdapat 24 anggota DPR terjerat kasus korupsi. Disiplin dan tanggung jawab adalah suatu tuntutan mutlak untuk menambal berbagai negativitas tersebut.

Menyangkut hubungan dengan pemerintah, DPR membutuhkan suatu budaya politik konsensual, yang tidak sepatutnya dipahami sebagai kompromistis dan transaksional. Hal ini membantu lebih baik penciptaan suatu sistem presidensial yang stabil sekaligus efektif. Sedangkan dalam hubungannya dengan publik, DPR perlu memberi ruang luas bagi deliberasi dan aktif menangkap keberagaman pandangan agar produk legislasi maupun langkah-langkah politik lain DPR tidak berjarak menganga dari kepentingan khalayak.

Arif Susanto, Analis Politik Exposit Strategic
arifsusanto@expositstrategic.com

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *