Pidato Presiden di Hadapan DPR

Pesan terpenting pidato Presiden Jokowi di hadapan DPR (16/8/2017) terdapat pada bagian akhir. Yaitu ketika presiden mengajak para pemimpin, yang memanggul mandat rakyat, untuk menjadikan kesejahteraan umum dan keadilan sosial sebagai haluan kerja. Poin ini merangkum pidato panjang presiden yang menunjuk salah satu titik terlemah pemerintah dari rezim yang berlainan.

Menarik bahwa dalam pidato presiden kali ini, Jokowi menunjuk lemahnya orientasi pembangunan yang bukan hanya terpusat melainkan pula inefisien dan eksploitatif. Hasilnya adalah ketidakadilan sosial yang bertahun-tahun menggerogoti kemerdekaan Indonesia. Indonesia tertinggal dari cita-cita kemerdekaan sendiri yang telah dipancang sejak 1945.

Saya mengapresiasi pernyataan presiden bahwa membangun Indonesia adalah membangun manusia Indonesia. Juga kepercayaan diri saat menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa petarung, yang mengekspresikan kehendak untuk berubah. Namun, tekad semacam itu masih membutuhkan banyak pembuktian karena kini kita berjarak terlalu jauh dari tujuan para pendiri bangsa.

Poin krusial lain yang patut mendapat catatan adalah cara pikir komprehensif yang melihat pentingnya demokrasi serta stabilitas politik dan keamanan guna mewujudkan keadilan sosial. Pada bagian ini, presiden mengajak untuk merawat demokrasi Indonesia. Faktanya, bukan hanya kualitas demokrasi yang terancam oleh konflik antar-elite, ketimpangan pun tidak kunjung terselesaikan.

Presiden telah menunjukkan kemajuan-kemajuan penting yang diraih, tetapi catatan-catatan kekurangan juga perlu mendapat perhatian. Ancaman terhadap kualitas demokrasi, penegakan hukum dan HAM, serta ketimpangan ekonomi adalah sumber-sumber ketidakadilan sosial yang masih menjadi PR besar negara. Tekad perubahan dari presiden masih membutuhkan kerja keras pembuktian.

Arif Susanto
[email protected]

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *