Pilkada 2018 Berpotensi Berisiko Tinggi

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 sudah dekat, dan sudah meningkatkan suhu politik. Berdasarkan kajian Exposit Strategic, Pilkada Serentak 2018 berpotensi berisiko tinggi dan berdaya rusak tinggi. Menurut peneliti Exposit Strategic Toto Sugiarto, ada enam hal yang membuat Pilkada 2018 berisiko tinggi dan berdaya rusak tinggi.

“Yang pertama adalah makin menguatnya politik identitas, atau politik SARA. Dan politik seperti ini seakan mendapatkan tempat pada Pilgub DKI lalu. Kedua adalah maraknya penggunaan media sosial, sehingga isu SARA, hoax dan ujaran kebencian tersebar begitu luas,” papar Toto dalam dalam diskusi bertema “Meneropong Resiko di Tahun Politik” di Graha STR, Ampera, Jakarta Selatan.

Hal yang ketiga menurut dia adalah, masih maraknya politik uang dalam Pilkada. Keempat, masalah Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI-Polri, kelima masalah keamanan dan keenam masalah profesionalitas dan integritas Penyelenggara Pemilu. Toto menambahkan bahwa penggunaan isu SARA sangat berisiko, karena menyebabkan ‘pembelahan’ di rakyat bisa berlanjut dan seakan tidak ada titik balik.

“Dan pembelahan ini bisa berpotensi merusak fondasi hidup bernegara. Hal ini karena seakan pentingnya persatuan itu dikesampingkan, karena yang terpenting tetap terus menyerang melalui apa saja termasuk media sosial kepada pihak yang berseberangan demi memuaskan hasrat nya,” pungkas Toto.

Andika Primasiwi
SUARAMERDEKA.COM

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *