PKPU dan Pemilu Tanpa Koruptor

Rancangan PKPU yang melarang mantan terpidana korupsi menjadi Caleg layak ditempatkan sebagai suatu kehendak baik untuk menciptakan Pemilu lebih berintegritas, bukan untuk menutup secara diskriminatif hak politik seseorang. Aturan semacam itu, sesungguhnya, tidak dibutuhkan seandainya partai politik mengedepankan integritas dan kapabilitas dalam rekrutmen politik.

Sebagai perluasan syarat Caleg dalam pasal 240 (1) UU Pemilu, tafsiran KPU bersifat progresif sekaligus proporsional. Progresif karena akomodatif terhadap gagasan Demokrasi Tanpa Korupsi. Proporsional karena tidak melampaui intensi pertimbangan penyusunan UU Pemilu, yang hendak mengatur agar Pemilu mampu mewujudkan sistem ketatanegaraan yang demokratis dan berintegritas.

Secara teknis, PKPU dimaksud harus dapat memberi perlindungan bagi pemilih, tanpa menerabas hak konstitusional warga negara untuk dapat mencalonkan diri sebagai Caleg. Hal ini juga paralel dengan Pasal 169 UU Pemilu, yang antara lain mempersyaratkan seorang Capres atau Cawapres tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana berat lainnya.

Parpol dan DPR seharusnya mendukung PKPU tersebut sebagai landasan normatif sekaligus operasional untuk membersihkan institusi politik dari politikus korup sehingga Parpol dan DPR terhindar dari tuduhan menjadi bunker koruptor. Sedangkan pemerintah juga berkepentingan dengan PKPU ini agar kelak mereka memiliki mitra yang berorientasi anti-korupsi di DPR.

Tanpa harus bersikeras dengan pandangan masing-masing, KPU dapat kembali bertemu dengan DPR dan pemerintah untuk merumuskan aturan yang adil bagi Caleg sekaligus melindungi hak pemilih untuk mendapatkan pemimpin berintegritas. Tidak patut bagi pemerintah maupun DPR untuk berkelit di balik problem-problem teknis penyusunan peraturan demi dapat menganulir kehendak substantif untuk membatasi ruang politik bagi para koruptor dan untuk menciptakan Pemilu lebih berintegritas.

Arif Susanto, analis politik Exposit Strategic
arifsusanto@expositstrategic.com

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *