Politik Transaksional dalam Pilkada

Politik uang merupakan bagian dari permainan kotor politik yang potensial merebak selama Pilkada serentak 2018. Praktik politik transaksional ini harus diantisipasi sejak masa pencalonan, yang kerap merupakan masa percaloan karena partai-partai pengusung menuntut ‘uang mahar’ sebagai syarat dukungan. Skala politik uang di antara elite besar kemungkinan melampaui skala suap untuk membeli suara pemilih.

Kekhawatiran terhadap politik uang bukan tidak beralasan. Pada Pilkada serentak 2017, misalnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 600 dugaan politik uang. Cukup aneh bahwa ancaman pidana hingga diskualifikasi tidak mampu menyentuh para kandidat saat itu. Artinya, mereka cukup licin berkelit dari jerat peraturan perundang-undangan, termasuk ketentuan Pasal 73 UU Pilkada.

Dalam ketentuan tersebut diatur bahwa calon dan/atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara Pemilihan dan/atau Pemilih. Pelanggaran terhadap hal tersebut dapat berakibat pembatalan sebagai pasangan calon, atau sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kita menyambut positif inisiatif KPK bersama Polri untuk membentuk Satgas Anti Politik Uang, sembari berharap bahwa upaya ini agar sinergi dengan kerja sama antara Bawaslu dan PPATK. Pada sisi lain, perlu dihindari tumpang tindih dengan lingkup kerja Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang selama ini tidak efektif menangani pelanggaran pidana Pemilu.

Maraknya politik transaksional sendiri tidak lepas dari kuatnya pemusatan kekuasaan di tangan elite partai, yang secara sengaja mengembangkan klientelisme dan memperlemah pelembagaan politik. Faktor lain adalah buruknya komunikasi politik dengan massa pemilih dan rendahnya kualitas literasi politik mereka. Hal ini diperparah fakta bahwa penegakan sanksi pidana Pemilu selama ini sangat lemah.

Arif Susanto
[email protected]

Share this entry:
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *